FG Short Course 2026
Bekasi, SMA FG – SMA Future Gate membuka pekan pertama semester dua tahun ajaran 2025/2026 dengan menyelenggarakan program FG Short Course. Program ini berlangsung tanggal 12-15 Januari 2026 dan berisi kelas-kelas keterampilan yang bertujuan melatih dan mengembangkan keterampilan praktis siswa kelas X-XII.
Program ini berfokus pada keterampilan aplikatif yang tidak dipelajari di dalam kelas-kelas pembelajaran akademik reguler. Ada 14 kelas yang dibuka, yakni: Basic Financial Investing, AI Critical Prompting, Canva Motion Graphic, Keterampilan Melakukan Presentasi, Keterampilan Dasar Laboratorium, Microsoft Word, Project YOU: Design Your Future, TikTok Affiliate, Membuat Poster Keren dengan Affinity Designer, Packaging Design Dasar, Data Analisis Satelit dengan Google Earth, English Vocabulary Enrichment, JASP Application, dan Basic Financial Management.
Seluruh siswa SMA Future Gate (kelas X-XII) bebas memilih kelas sesuai dengan minat mereka. Dengan memilih sendiri kelasnya, siswa bisa lebih senang dalam menjalani proses belajarnya. Masing-masing siswa memilih 2 kelas kursus berbeda. Dalam proses pembelajarannya, dilakukan pendekatan active learning dan berbasis praktik.
“Dengan adanya kelas-kelas ini, siswa bisa menambah skills-nya. Misalnya, dalam kelas TikTok Affiliate. Selain siswa bisa meningkatkan kreativitasnya, mereka juga bisa mendapatkan penghasilan. Atau, dengan kelas AI Critical Prompting, para siswa bisa lebih keep up dengan perkembangan zaman terutama dalam bidang teknologi,” ujar Riski Francisko (Pak Riski), ketua pelaksana program FG Short Course 2026.
FG Short Course atau program kelas keterampilan ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Manfaatnya pun telah dirasakan oleh para siswa yang menjadi pesertanya.
“Kan kelas (Basic Financial Investing) itu ngomongin saham yah. Katanya (pengajar) kalau kita banyak uang, jangan langsung semuanya ke saham. Kita harus ngerti dulu. Belajar dulu statistik-(perusahaan)-nya. Jangan sampai kita naruh saham pas harga lagi turun, nanti makin turun, malah kita rugi. Tapi, kalau masih takut rugi, mending investasi ke yang udah jelas ketahuan untungnya, kayak emas gitu,” testimoni dari Muhammad Ezra Brama Savatar (XII-3) yang mengikuti kelas Basic Financial Investing.
“Dari (kelas Basic Financial) Investing, kita diajarin cara mengambil keputusan pas lagi mau transaksi di market global. Pertama, kita analisis 2 hal: fundamental dan teknikal. Fundamental itu kita analisis background perusahaannya: keuntungannya gimana, ruginya, hasil duitnya. Misalnya, perusahaan itu hutangnya lebih dari 40%, asetnya kurang dari 60% atau 50%, bisa dibilang perusahaan itu gak sehat. Itu gak disaranin untuk investasi. Kalau teknikal itu, kita tidak memperhatikan background perusahaan, tapi dari statistik chart-nya dan candlesticks-nya (grafik visual berbentuk seperti lilin yang menampilkan pergerakan harga aset (saham, forex, dll.) dalam periode waktu tertentu,” imbuh Muhammad Farris Kamil (XII-3) yang juga mengikuti kelas Basic Financial Investing.
“Di kelas Microsoft Word saya belajar bagaimana cara input page number yang benar, terus input caption di gambar. Saya belum pernah input caption di gambar sebelumnya, jadi saya baru tahu kalau emang harus ada caption di gambar (dalam penulisan karya tulis ilmiah),” ucap Muhammad Fatan Khalisan (XII-2) yang mengikuti kelas Microsoft Word.
Selain menambah keterampilan baru, program ini membuat bonding antar siswa semakin erat. Hal ini terjadi karena dalam satu kelas kursus ada siswa dari kelas X, XI, dan XII.
“Semoga mereka (para siswa) bisa mengambil manfaat dari kelas-kelas yang mereka ikuti dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” harap Pak Riski.
