FG Cup di SMA Future Gate
Berita FG – Kompetisi olahraga antar siswa atau dikenal dengan Future Gate Cup (FG Cup) 2025/2026 telah usai. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS SMA) Future Gate sebagai penyelenggara telah mengumumkan juara di masing-masing cabang olahraga.
Kompetisi internal ini merupakan program tahunan OSIS SMA FG. Seluruh siswa ikut serta mewakili kelasnya masing-masing. Suasana kompetisi jadi meriah, tetapi tetap sportif.
“Tujuan awal dari FG Cup ini sebenernya agar tidak ada senioritas dari abang kelas ke adek kelas. Juga sebagai jembatan silaturahmi dan tentu agar mereka bisa belajar juga seperti saling respect, saling menghormati dan poin yang paling penting sebenarnya itu menjunjung tinggi sportivitas. Lalu, sebagai wadah untuk mereka untuk mengembangkan skillnya,” terang Haidar Thufail Abdullah (XI-2) selaku ketua pelaksana FG Cup.
FG Cup tahun ajaran ini dimulai sejak bulan November 2025 dan berakhir di bulan Februari 2026. Ada tiga cabang olaharaga yang dilombakan, yakni: Future Gate Premier League (FPL) atau Futsal, Future Gate Basketball League (FBL), dan Future Gate Table Tennis League (FTL). Kompetisi yang lumayan panjang itu telah melahirkan para pemenang, yakni:
1. Kategori FTL
Juara 1: Kelas XII-1
Juara 2: Kelas XII-2
Juara 3: Kelas XI-1
2. Kategori FBL
Juara 1: Kelas XII-3
Juara 2: Kelas XII-1
Juara 3: Kelas XI-4
3. Kategori FPL
Juara 1: Kelas XII-1
Juara 2: Kelas XII-2
Juara 3: Kelas XI-1
Dari banyaknya pertandingan yang digelar, ternyata ditemukan banyak siswa SMA FG yang berbakat dalam bidang olahraga. Di antara beberapa pemain bagus, kami berkesempatan bercakap dengan Zahid Hasbi Abdullah (XII-2). Ia dinobatkan sebagai The Best Player di cabang olahraga futsal (FPL).
Dia bermain sebagai Anchor. Tak hanya tangguh menjaga pertahanan, ia juga piawai dalam mengatur serangan. Bahkan, sesekali dia mencoba merangsek masuk ke dekat gawang lawan dan mencetak gol saat tim mengalami kebuntuan. Kedewasaannya dalam bermain didukung dengan kesabaran mengatur emosi di tengah tensi kompetisi yang tinggi membuatnya layak menjadi pemain terbaik. Ia dan teman-temannya berhasil menjadi Juara 2 di FPL.
“Kelas 10 waktu itu Juara 1, tapi saya kiper. (Sekarang) lumayan lah, Juara 2. Seneng juga (bisa dapat Best Player),” ungkap Zahid yang sudah lama ikut Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk menempa kemampuannya.
“Pernah juga dikerasin lawan (saat main). Saya jatuh, tulang ekor duluan, terus saya tatakin pakai siku, yang sakit sikunya. Agak keras sih. Semoga ke depan bisa lebih baik,” sambungnya.
Kompetisi bukan hanya soal menang atau kalah. Dengannya, siswa belajar kerja sama tim, sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab. FG Cup menjadi bagian dari pembinaan terhadap karakter siswa. Selain karena diselenggarakan sepenuhnya oleh siswa (OSIS), ia juga melatih kedewasaan para pemain saat bertanding sengit di lapangan.
“Harapan saya tentu semoga bisa lebih baik dari tahun ini, lebih kompeten dan bertanggungjawab panitianya dan semoga lebih terminimalisir perlakuan kecurangannya,” tukas ketua pelaksana, Haidar.
