Gebrakan Baru di PSAJ SMA Future Gate 2026
Berita FG – SMA Future Gate sedang menyelenggarakan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAJ). Kegiatan ini berlangsung pada 2-7 Maret 2026 dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII. PSAJ menjadi ujian terakhir siswa sebelum menyelesaikan masa studi di jenjang SMA.
PSAJ merupakan bagian akhir dari proses evaluasi pembelajaran yang telah dilalui selama tiga tahun belajar di SMA. Materi yang diujikan adalah materi yang diajarkan sejak kelas X hingga kelas XII. Ujian ini mengukur pemahaman siswa sebelum mereka melangkah ke tahap pendidikan berikutnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pelaksaan ujian akhir semester di SMA Future Gate selalu menggunakan sistem paperless dengan pemanfaatan G Form. Siswa mengerjakan soal-soalnya menggunakan gawai mereka. Beberapa tujuannya ialah agar mengurangi sampah kertas dan limbah ujian dan membuat proses pengoreksian dan rekap nilai secara otomatis.
Tahun ini, sistem paperless naik level. Panitia PSAJ 2026 menginisiasi gebrakan baru dengan mengintegrasikan sistem anti-cheating. Sistem ini digunakan untuk meningkatkan kualitas pelaksanann ujian. Dalam proses pengerjaannya, siswa diarahkan mengases link soal di Google Classroom yang sudah terintegrasi dengan sistem Computer Based Test (CBT).
Setelah meng-klik link soal tersebut, mereka akan mulai mengerjakan soal dan tidak bisa keluar dari sistem sebelum soal diselesaikan. Sistem juga mendeteksi jika siswa mencoba berbuat curang dengan membuka aplikasi atau tab lain.
“CBT itu sistem pengawasan (pelaksanaan PSAJ) secara digital itu sendiri. Kenapa akhirnya digunakan sistem ini? Pertama, karena (para pengawas) memang sudah melihat banyak kejadian, kecurangan. Kedua, ada laporan dari siswa (yang mengetahui) banyak teman-temannya melakukan kecurangan selama ini dalam ujian. Akhirnya kami coba buatkan CBT ini,” kata Pak Faris Fardani, sekretaris PSAJ 2026.
“Beberapa mapel (mata pelajaran) yang sudah ada nilainya. Mungkin jadi lebih ketahuan aslinya. Orang yang selama ini biasa gocek-gocek (curang) gitu, akhirnya mereka gak bisa leluasa,” tambah guru Bahasa Indonesia tersebut.
“Secara teknikal, masih banyak yang perlu dinilai. (Semoga) bisa jadi lebih baik ya dari semua catatan (evaluasi) yang pernah terjadi selama PSAJ ini,” harapnya.
Pelaksanaan ujian dengan sistem CBT menunjukkan upaya sekolah untuk terus berinovasi dalam proses pendidikan. CBT memberikan pengalaman ujian yang lebih adaktif dengan perkembangan teknologi. Harapannya, sistem ini dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan sistem evaluasi yang lebih efektif di masa mendatang.
