Pelepasan Siswa Kelas XII SMA yang Sederhana Namun Bermakna
Berita FG – Ruang utama Masjid SMA Future Gate menjadi saksi bisu momen bersejarah bagi Angkatan 13 pada hari Senin, 4 Mei 2026. Pada hari itu berlangsung acara pelepasan siswa kelas XII yang diselenggarakan oleh Divisi Future Gate College (FGC). Meskipun, acara tersebut digelar dengan sederhana, tetapi tetap sarat akan makna.
Pelaksanaan acara tahun ini merujuk pada imbauan Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi, agar satuan pendidikan tidak melakukan perayaan kelulusan secara berlebihan. Pihak sekolah menyambut baik arahan tersebut dengan menitikberatkan esensi kelulusan pada rasa syukur dan refleksi diri. Meski demikian, suasana acara yang digelar di dalam masjid itu tetap terasa hidup. Ada momen yang membuat acara terasa riuh. Ada pula saat para siswa merasa tegang kala menunggu pengumuman kelulusan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala SMA Future Gate, Pak Ghazi Zulhazmi, S.T., M.Sc. Dalam sambutannya, Mengucapkan terima kasih kepada para siswa karena sudah bisa menerima SMA FG dan berbagi ilmu, kisah, dan lainnya. Beliau juga berharap apa yang telah mereka dapatkan dari SMA FG berupa ilmu, faedah, nasihat, kebaikan, dan sebagainya bisa dipegang dan jangan pernah dilepas. Sebagai penutup sambutan, Pak Ghazi menyampaikan permintaan maaf lantaran merasa masih ada beberapa kekurangan dalam proses Pendidikan di SMA FG.
Kesan dan Pesan dari Siswa
Setelahnya, sesi dilanjutkan dengan penyampaian kesan-kesan oleh beberapa siswa. Yang pertama adalah Alfian Rizqi Ramadhan (XII-1), “Saya berterima kasih kepada sekolah karena telah mengajarkan manhaj salaf dan berbagai ilmu (lainnya). Senang dapat angkatan yang seru dan kompak. Semoga kita semua menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, tidak mengecewakan orang lain dan diri sendiri,” kata mantan ketua OSIS periode 2024/2025 tersebut.
Sementara Ghani Rahmat Zacky (XII-2) turut menyampaikan pesannya sendiri, “Tetap berusaha yang terbaik. Selalu menghargai seseorang di mana pun kalian berada.”
Tidak ketinggalan Azka Alhazni dari kelas XII-4. Hanya saja di antara dua orang sebelumnya, dialah yang lebih banyak menyampaikan unek-unek selama di sekolah. Mungkin karena selain menjadi siswa, dia juga menjadi santri di program Boarding SMA Future Gate. Selama tiga tahun, dia hamper selama 24 jam berada di lingkungan sekolah. Wajar jika dia mempunyai lebih banyak kenangan untuk disampaikan.
“Tidak terasa, jenjang SMA sudah berakhir. Seharusnya sejak 2 tahun lalu saya tidak ada di sini karena saat kelas X saya berpikir untuk keluar dari SMA FG. FG tidak sempurna, namun saya menyadari bahwa di mana pun tidak ada yang sempurna. Lalu, saya memutuskan untuk menjalani ketidaksempurnaan itu di sini,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan, “Saya mulai berdamai dengan hal tersebut saat kelas XI dan XII. Dan, merupakan privilege bisa bersekolah dan lulus di SMA FG. Saya hanya dekat dengan beberapa orang, tetapi semuanya memberikan pengaruh (baik) kepada saya. Kepada para guru, saya ucapkan terima kasih banyak. Motivasi yang diberikan saat saya berada di bawah sangat berharga.”
Pemberian Apresiasi Siswa Berprestasi
Suasana riang pecah saat tiba sesi pemberian apresiasi akademik dan non-akademik. FGC memanggil satu per satu siswa yang mendapatkan nilai Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) tertinggi di setiap kelasnya. Mereka bersorak dengan wajar saat nama teman-temannya disebut dan maju ke depan untuk mendapatkan hadiah.
Sorakan para siswa bertambah riuh setelah pembagian hadiah sesi 1 selesai dan berganti ke pemberian apresiasi sesi berikutnya. Sesi kedua ini agak lain dari yang lain lantaran kategori-kategorinya dari non-akademik. Kategori-kategori tersebut yaitu: Siswa Ter-Disiplin, Siswa Ter-Soleh, Siswa Ter-Rame, dan beberapa kategori lainnya. Selain dua kategori tersebut ada juga kesempatan lain bagi para siswa untuk mendapatkan hadiah, yakni melalui jalur Doorprize.
Sesi berlanjut dengan penulisan Blind Notes. Di sesi ini, siswa menuliskan pesan jujur untuk guru. Siswa bisa memberikan saran, kritik, atau sekadar menuliskan kesan berdasarkan pengalamannya selama tiga tahun belajar dan bermuamalah dengan guru-guru SMA FG. Mereka diminta menulisnya tanpa nama atau anonim agar guru-guru penasaran.
“Selama belajar dengan Bapak, saya merasa cocok dengan pembawaan materi Bapak. Saya juga suka dengan metode mengajar bapak yang sangat menjunjung pemikiran kritis siswa. Sayang sekali, waktu kelas XII, tidak ada modul Sejarah sehingga pembelajaran sedikit terhambat. Pesan saya, semoga Bapak terus mempertahankan atau mengembangkan cara mengajar Bapak. Semangat, Pak!” Tulis salah satu siswa kepada guru Sejarah SMA FG, Pak Mahmud Syah Alam, S.Pd.
Pengumuman Kelulusan dan Pesan untuk Masa Depan
Suasana seketika berubah tegang dan hening saat Pak Theody Ramadhan Elkri, S,Si., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, membacakan pengumuman kelulusan. Atmosfer haru dan syukur akhirnya menutup ketegangan tersebut setelah seluruh siswa dinyatakan lulus. Meski demikian, ada beberapa siswa yang musti memenuhi kewajibannya kepada beberapa guru mata pelajaran sebagai syarat.
Setelah pengumuman diberikan, maka berakhirlah masa seragam putih abu-abu bagi Angkatan 13. Mereka telah resmi menjadi alumni SMA FG. Acara ditutup dengan sesi foto bersama, salat Dhuhur berjamaah, dan setelahnya, siswa menemui Guru Pembimbing masing-masing untuk berbincang santai dan mendapatkan Surat Keterangan Lulus (SKL).
Setelah ini, mereka akan melanjutkan fase kehidupan berikutnya, entah itu kuliah atau bekerja. SMA FG memberikan satu pesan penting kepada mereka yang menghadapi dunia luar yang penuh tantangan lebih besar. Sebuah penggalan hadis Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallaam menjadi pengingat utama bagi mereka, yakni:
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Artinya: “Bertaqwalah kepada Allah di mana pun kalian berada, iringilah berbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu. Dan, pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.”(HR. Tirmidzi no. 1987)
Pesan ini diharapkan menjadi kompas bagi Angkatan 13 agar senantiasa menjaga diri dari hal-hal yang dilarang agama. Dengan menanamkan kesadaran bahwa Allah Maha Mengawasi di setiap tempat dan waktu, diharapkan para alumni tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, jujur, dan berakhlak mulia di mana pun mereka melanjutkan langkahnya.
Selamat berjuang, Angkatan 13!

