Sidang Proyek Lengkapi Rangkaian PSAT di SMA Future Gate

Malik mempresentasikan proyeknya, yakni The Spectrum of Color
Bekasi, SMA FG – Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) bagi siswa kelas X dan XI SMA Future Gate telah berlangsung pada 8–12 Juni 2026. Setelah menyelesaikan rangkaian ujian tersebut, para siswa melanjutkan proses penilaian melalui Sidang Proyek yang digelar pada 15–22 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian PSAT sekaligus wadah bagi siswa untuk mempertanggungjawabkan hasil karyanya yang telah mereka kerjakan selama satu tahun.
Pelaksanaan PSAT tahun ini berlangsung dengan lancar. Sebagaimana tahun sebelumnya, guru diberikan keleluasaan untuk menentukan bentuk penilaian sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing. Selain ujian tertulis berbasis Computer Based Test (CBT) melalui Google Form, guru juga dapat memilih bentuk penilaian berupa praktikum maupun penugasan. Sistem ini memberikan ruang bagi setiap mata pelajaran untuk menerapkan metode evaluasi yang paling sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Berbeda dengan ujian pada umumnya, rangkaian penilaian di SMA Future Gate tidak berhenti pada tes tertulis. Melalui Sidang Proyek, siswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil pembelajaran yang telah mereka jalani selama satu tahun. Siswa kelas X mempresentasikan proposal proyek yang akan dikerjakan pada tahun ajaran berikutnya, sedangkan siswa kelas XI memaparkan hasil proyek yang telah mereka selesaikan, mulai dari karya tulis ilmiah, penulisan novel, pembuatan aplikasi, buku saku P3K, sutrah pembatas salat, hingga berbagai karya lain yang dikembangkan sesuai minat dan bakat masing-masing.
Selama satu tahun, sekolah mengalokasikan 4–6 sesi pembelajaran setiap pekan khusus untuk pengerjaan proyek secara individu. Saat sidang, setiap siswa memperoleh waktu sekitar 20 menit yang terdiri atas 10 menit presentasi dan 10 menit sesi tanya jawab. Penguji berasal dari guru pendamping proyek siswa lain sehingga proses penilaian berlangsung lebih objektif. Orang tua juga turut hadir di ruang sidang untuk menyaksikan secara langsung proses presentasi dan memberikan dukungan kepada para putranya.
Penanggung Jawab Sidang Proyek, Pak Yusup Komarudin, S.E, Gr., menjelaskan bahwa sidang proyek dirancang sebagai pelengkap penilaian akademik agar siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan yang mereka pelajari. “Pelaksanaan sidang proyek sebagai salah satu penilaian sumatif adalah bentuk pendalaman penguasaan materi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga didukung dengan penerapannya dalam proyek yang di dalamnya terdapat kemampuan untuk berinovasi dan mengasah kreativitas,” ujarnya.
Menurutnya, proyek yang dikerjakan siswa dibuat beragam karena setiap peserta didik memiliki minat dan potensi yang berbeda. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan terbaiknya melalui proyek yang benar-benar mereka pilih dan kerjakan dengan motivasi dari dalam diri. Dalam proses penilaian, penguji tidak hanya memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga proses penyelesaian proyek, penguasaan materi, serta kemanfaatan proyek tersebut bagi masyarakat.
Melalui program ini, SMA Future Gate berupaya membangun berbagai kompetensi penting yang dibutuhkan siswa, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, inovasi, komunikasi, hingga manajemen waktu. Proyek yang dikerjakan siswa pun menjadi salah satu pertimbangan dalam proses kenaikan kelas, khususnya bagi siswa kelas XI menuju kelas XII, sehingga proses pengerjaannya dilakukan secara serius dan berkesinambungan sepanjang tahun ajaran.
Pak Yusup berharap pengalaman yang diperoleh siswa selama mengerjakan dan mempertanggungjawabkan proyeknya dapat menjadi bekal untuk jenjang pendidikan berikutnya. “Harapan saya, siswa setelah menyelesaikan sidang proyek dapat mendalami pengalaman belajar melalui proyek sehingga nilai-nilai dari pengalaman belajar tersebut menjadikan mereka pribadi yang kritis, inovatif, dan kreatif, baik ketika mereka di Future Gate maupun di jenjang pendidikan selanjutnya,” tuturnya.
