Menumbuhkan Empati Melalui Program Donor Darah
Bekasi, SMA FG – Pada hari Kamis, 14 Mei 2026, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Future Gate telah menyelenggarakan kegiatan Donor Darah bertema Satu Aksi Nyata Menyelamatkan Nyawa. Kegiatan ini diikuti oleh siswa, guru, dan warga sekitar dengan total peserta sebanyak 69 peserta.
Kegiatan donor darah ini merupakan yang kedua kali diadakan oleh OSIS SMA Future Gate. Tahun ini antusias peserta meningkat dari tahun lalu. Tahun lalu total ada 59 calon pendonor dan 29 di antaranya berhasil lolos tes pemeriksaan. Tahun ini peserta mencapai 69 orang. Dari angka tersebut, 36 di antaranya berhasil mendonorkan darahnya.
Dalam pelaksanaannya, OSIS SMA FG bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi. Petugas PMI menyebut partisipasi generasi muda dalam donor darah menjadi satu hal penting dalam meningkatkan kesadaran sosial.
“Donor darah itu sangat penting untuk berbagi ke masyarakat. Banyak orang-orang yang membutuhkan darah terutama pasien-pasien yang Hb-nya rendah, dan yang mau cuci darah. Pendonor pasti merasa senang bisa berbagi kepada orang yang membutuhkan. Terus dari efek kesehatannya, peredaran darah si pendonor jadi lebih lancar, badan lebih fit, dan tidur juga lebih nyenyak, kebanyakan seperti itu,” kata Rayhan Aditya Pratama, salah satu petugas aftap PMI yang terlibat dalam program donor darah SMA Future Gate.
“Kepanitiaan yang dikelola siswa di sini tergolong baik. Mereka juga sigap membantu angkat barang saat kami datang. Inisiatifnya cukup bagus. Harapannya, kerja sama kita akan terus berlanjut, kalau bisa per 3 bulan karena bagus juga untuk anak muda agar terbiasa dengan donor darah,” sambungnya.
Peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonor. Di sela-sela rangkaian pemeriksaan, kepala sekolah dan ketua OSIS memberi sambutan.
Kepala SMA Future Gate, Ghazi Zulhazmi, M.Sc., mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
“Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, yang maknanya, barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Ini salah satu yang membuat kami, sekolah dan para siswa, membantu PMI untuk mengumpulkan darah dari masyarakat yang insyaAllah nantinya akan memiliki dampak yang signifikan bagi mereka yang sedang ditimpa sakit dan membutuhkan darah,” terang Pak Ghazi Zulhazmi dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua OSIS menyebutkan alasan program ini diselenggarakan.
“Kami banyak belajar di SMA Future Gate, bukan hanya sekadar akademik, diajarkan adab yang bagus, diajarkan beribadah yang benar sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi di sini kita juga diajarkan bagaimana kita memiliki rasa empati yang tinggi, rasa kepedulian yang tinggi walau pun kita tidak saling mengenal. (Dalam hal ini) pendonor maupun orang yang akan mendapatkan transfusi darah. Semoga setiap tetes darah yang diberikan untuk pasien-pasien di luar sana diberikan keberkahan dan mendapatkan pahala,” kata Zharfan Faiz Nugroho, Ketua OSIS SMA Future Gate periode 2025/2026.
Meski diselenggarakan oleh siswa-siswa SMA, program ini tetap berjalan baik. Mereka berhasil mengelola program dengan baik dan bahkan mampu menjaring peserta dari luar kota Bekasi. Peserta tersebut pun mengapresiasi bagaimana para siswa.
“(Sebelumnya) pernah donor beberapa kali, tapi gak rutin. (Motivasinya) yang pertama, karena saya sudah lama tidak donor. Kedua, karena ini juga berbuat baik buat sesama. Ketiga, (program) donor darah di sekolah itu, kata petugas tadi ngobrol, belum banyak, belum masif, alhamdulillah Future Gate mengadakan ini. Semoga bisa jadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadakan program yang bermanfaat seperti ini. “kata Pak Beni Harmono, peserta dari Depok.
“Bagus. Dari segi pengaturannya, dari segi pengarahannya, bagus. Mereka sopan-sopan. Sudah layak. Informasi-informasi juga sudah dikasih (sebelumnya),” sambung beliau.
Melalui kegiatan ini, OSIS SMA Future Gate berharap donor darah bukan hanya sekadar program tahunan, tetapi juga dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di kalangan generasi muda. Semoga Allah mudahkan setiap langkah kami dalam menjalankan program ini di kesempatan berikutnya.
